Tangerang - Aparat kepolisian mulai melakukan investigasi atas menghilangnya Ahmad Syarif (16) siswa Kelas 3 SMP Insan Adhira, Kota Tangerang yang juga warga Kampung Baru Utara RT02/RW 01, Kelurahan Pakulonan, Kecamatan Serpong Utara. Syarif telah dinyatakan hilang sejak dua pekan terakhir.
"Laporan soal kehilangan Syarif sudah kami terima. Kami sudah berkoordinasi dengan aparat kepolisian daerah lain (se-Banten) untuk menginvestigasi kasus menghilangnya Syarif," kata Kapolsek Serpong Kompol Heribertus Oposunggu, kepada wartawan, Selasa (10/5/2011).
Syarif yang sebelum pergi dari rumah sempat meminta uang Rp 100 ribu kepada ibunya, Ayane dan Rp 2,1 juta kepada kakaknya Abdul Rohman untuk mengikuti pelatihan multi level marketing (MLM). Namun, hingga berita ini ditulis anak baru gede (ABG) tersebut belum diketahui keberadaannya baik oleh pihak keluarga maupun kepolisian. Keluarga menduga, Syarif diculik jaringan Negara Islam Indonesia (NII).
Ahmad Syarif dinyatakan hilang oleh pihak keluarganya per tanggal 28 April 2011 lalu. Terakhir kali keluarga mendapatkan kabar soal keberadaan Syarif pada Rabu (27/4) malam. Saat itu, Syarif menelepon kakaknya Abdul Rohman bahwa kendaraan yang dinaikinya bersama kawannya bocor di kawasan Cisauk, Kabupaten Tangerang.
Selanjutnya pada Kamis (28/4), Syarif dikabarkan sudah tiada dan keluarga diminta tidak mencarinya melalui pesan singkat yang dikirimkan orang tak dikenal dengan nomor area Serang 0252-9949249. Dan sejak saat itu, tak ada kabar lagi dari Syarif.
Abdul Rohman, kakak Syarif mengatakan, sampai saat ini memang belum diketahui keberadaan adiknya. Bahkan Rohman sudah tidak tahu lagi harus mencari ke mana adiknya, karena selama 14 hari dirinya bersama anggota keluarga yang lain berupaya menelusuri jejak keberadaan Syarif hingga ke daerah Rangkas Bitung. “Syarif belum pulang sampai sekarang,” imbuhnya.
http://www.detiknews.com/read/2011/05/11/000131/1636874/10/dua-minggu-sudah-syarif-menghilang-dari-rumah?9911032
Tampilkan postingan dengan label detik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label detik. Tampilkan semua postingan
Rabu, 11 Mei 2011
detik - Kunjungi AS, Komisi I DPR RI Minta Hibah F16
Jakarta - Rombongan Komisi I DPR RI yang dipimpin oleh Hayono Isman melakukan kunjungan kerja ke Washington DC untuk bertemu dengan pejabat dari pertahanan AS. Dalam kesempatan tersebut, Komisi I DPR meminta Hibah pesawat F16 kepada negara adi kuasa itu.
Sebelumnya, rombongan sempat bertemu dengan Brad Wiegman dari Dewan Keamanan Nasional AS (National Security Division) di Gedung ‘Department of Justice‘ AS di Constitution Avenue Washington D. Setelah itu, Komisi yang membidangi pertahanan ini kemudian menuju Pentagon untuk bertemu dengan Departemen Pertahanan AS.
Dalam pertemuan selama satu jam tersebut, rombongan komisi I ditemui oleh Deputy Assistant Secretary of Defense, Robert Scher yang didampingi oleh Matice Wright (SES) Lt Col Tom Konicki (SEA Director) dan beberapa pejabat Pentagon lainnya.
Menjelang sore, rombongan Komisi I menuju ke Kementerian Luar Negeri AS untuk bertemu dengan Deputy Assistant Secretary for East Asian and Pasific Affairs, Joseph Yun dan Deputy Assistant Secretary for Arms Control and Verification, Marcie Ries.
Setelah pertemuan dengan para pejabat pertahanan AS itu, Indonesia memperoleh kepastian untuk mendapatkan hibah pesawat F16 dari AS.
"Proses yang semula diperkirakan akan memakan waktu sekitar 5 tahun, berhasil dipercepat hingga akhir Desember 2011. Yang terpenting adalah adanya penguatan industri pertahanan di tanah air," ujar Hayono kepada detikcom di Washington DC, Selasa (10/5/2011).
Kondisi pesawat hibah dari AS ini masih seperti 'kepompong', yang dibungkus dan sudah tidak pernah dipergunakan. Pesawat generasi tahun 90-an ini sudah tergolong tua, dan kemungkinan spare partnya juga sudah tidak diproduksi lagi. Peralatan pendukung seperti radar dan lain-lain perlu diperbaharui lagi.
"PT Dirgantara Indonesia menyatakan bahwa tenaga ahlinya sudah ada dan sanggup untuk melakukan tugasnya. Kita tinggal menunggu dari DOD (Departemen of Defence) yang akan mengajukan permohonan ini ke kongres AS bulan Juli mendatang," ungkap mantan Menpora ini.
Rombongan yang terdiri dari Hayono Isman (Ketua Delegasi), Sidarto Danusubroto, Gamari Sutrisno, Paula Sinjal, dan Ninung Kertapati juga dijadwalkan bertemu dengan Industri Pertahanan AS. Pertemuan yang dikoordinasikan oleh Cohen Group ini direncanakan akan menghadirkan lima pelaku industri pertahanan di AS, seperti produsen Boeing (Stenley Roth ), Northrop Grumman (Bill Ennis/John Brooks), Lockheed Martin (Cuck Jones/Rick Krikland), Honeywell (Eric Wagner) dan Sikorsky dan Pratt & Withney.
"Diharapkan pertemuan ini dapat memperoleh hasil yang signifikan bagi upaya percepatan perolehan hibah pesawat terbang dan penguatan industri pertahanan di Indonesia," imbuhnya.
http://www.detiknews.com/read/2011/05/11/004402/1636888/10/kunjungi-as-komisi-i-dpr-ri-minta-hibah-f16?9911032
Sebelumnya, rombongan sempat bertemu dengan Brad Wiegman dari Dewan Keamanan Nasional AS (National Security Division) di Gedung ‘Department of Justice‘ AS di Constitution Avenue Washington D. Setelah itu, Komisi yang membidangi pertahanan ini kemudian menuju Pentagon untuk bertemu dengan Departemen Pertahanan AS.
Dalam pertemuan selama satu jam tersebut, rombongan komisi I ditemui oleh Deputy Assistant Secretary of Defense, Robert Scher yang didampingi oleh Matice Wright (SES) Lt Col Tom Konicki (SEA Director) dan beberapa pejabat Pentagon lainnya.
Menjelang sore, rombongan Komisi I menuju ke Kementerian Luar Negeri AS untuk bertemu dengan Deputy Assistant Secretary for East Asian and Pasific Affairs, Joseph Yun dan Deputy Assistant Secretary for Arms Control and Verification, Marcie Ries.
Setelah pertemuan dengan para pejabat pertahanan AS itu, Indonesia memperoleh kepastian untuk mendapatkan hibah pesawat F16 dari AS.
"Proses yang semula diperkirakan akan memakan waktu sekitar 5 tahun, berhasil dipercepat hingga akhir Desember 2011. Yang terpenting adalah adanya penguatan industri pertahanan di tanah air," ujar Hayono kepada detikcom di Washington DC, Selasa (10/5/2011).
Kondisi pesawat hibah dari AS ini masih seperti 'kepompong', yang dibungkus dan sudah tidak pernah dipergunakan. Pesawat generasi tahun 90-an ini sudah tergolong tua, dan kemungkinan spare partnya juga sudah tidak diproduksi lagi. Peralatan pendukung seperti radar dan lain-lain perlu diperbaharui lagi.
"PT Dirgantara Indonesia menyatakan bahwa tenaga ahlinya sudah ada dan sanggup untuk melakukan tugasnya. Kita tinggal menunggu dari DOD (Departemen of Defence) yang akan mengajukan permohonan ini ke kongres AS bulan Juli mendatang," ungkap mantan Menpora ini.
Rombongan yang terdiri dari Hayono Isman (Ketua Delegasi), Sidarto Danusubroto, Gamari Sutrisno, Paula Sinjal, dan Ninung Kertapati juga dijadwalkan bertemu dengan Industri Pertahanan AS. Pertemuan yang dikoordinasikan oleh Cohen Group ini direncanakan akan menghadirkan lima pelaku industri pertahanan di AS, seperti produsen Boeing (Stenley Roth ), Northrop Grumman (Bill Ennis/John Brooks), Lockheed Martin (Cuck Jones/Rick Krikland), Honeywell (Eric Wagner) dan Sikorsky dan Pratt & Withney.
"Diharapkan pertemuan ini dapat memperoleh hasil yang signifikan bagi upaya percepatan perolehan hibah pesawat terbang dan penguatan industri pertahanan di Indonesia," imbuhnya.
http://www.detiknews.com/read/2011/05/11/004402/1636888/10/kunjungi-as-komisi-i-dpr-ri-minta-hibah-f16?9911032
detik - Warga Bakar 14 Rumah Karyawan Perkebunan di Sumut
Labuhan Batu - Sebanyak 14 unit rumah karyawan perkebunan dan sejumlah kendaraan hangus dibakar massa Labuhan Batu Selatan (Labusel), Sumatera Utara (Sumut). Kejadian ini dipicu penangkapan seorang warga yang dituduh mencuri sawit milik perusahaan perkebunan tersebut.
Hingga Selasa (10/5/2011) puluhan personel polisi dari Polresta Labuhanbatu bersenjata lengkap berjaga-jaga di sekitar komplek perumahan karyawan PT Balakka. Lokasinya berada di Dusun Tapian Nadenggan, Desa Batang Nadenggan, Sei Kanan, Labusel, sekitar 250 kilometer dari Medan, ibukota Sumut.
Penjagaan ketat ini dilakukan untuk mencegah terjadinya bentrok susulan. Keterangan yang diperoleh detikcom menyebutkan, kasus pembakaran itu terjadi pada Senin (9/5/2011) malam, sekitar pukul 23.00 WIB. Ratusan warga tiba-tiba mendatangi komplek perumahan karyawan PT Balakka, dan kemudian menyulut api.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun sejumlah kendaraan dan peralatan ikut hangus terbakar. Antara lain satu unit truk, satu unit mobil, satu sepeda motor, satu unit genset dan peralatan. Kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Peristiwa penyerangan dipicu keberatan warga terhadap penganiayaan yang dialami Parluhutan Siregar (43). Siregar ditangkap pihak perkebunan dengan tuduhan melakukan pencurian buah sawit di areal Perkebunan Balaka pada Sabtu (7/5/2011) lalu.
Nah, saat penangkapan, Siregar mengalami bacok pada tangan kanan. Seterusnya dia dibawa ke Polsek Sei Kanan untuk menjalani pemeriksaan.
Pihak keluarga Parluhutan Siregar sempat mendatangi Polsek Sei Kanan dan mendesak agar pelaku dibebaskan. Namun permintaan tersebut tidak diluluskan. Hal inilah yang memicu kemarahan warga sehingga menyerang ke komplek perumahan PT Balakka.
Kepada wartawan, Kapolres Labuhan Batu AKBP Hirbak Wahyu Setiawan mengatakan, sejauh ini pihaknya belum menetapkan tersangka.
"Masih dilakukan penyelidikan," kata Hirbak kepada wartawan di Labusel.
http://www.detiknews.com/read/2011/05/11/012354/1636893/10/warga-bakar-14-rumah-karyawan-perkebunan-di-sumut?9911022
Hingga Selasa (10/5/2011) puluhan personel polisi dari Polresta Labuhanbatu bersenjata lengkap berjaga-jaga di sekitar komplek perumahan karyawan PT Balakka. Lokasinya berada di Dusun Tapian Nadenggan, Desa Batang Nadenggan, Sei Kanan, Labusel, sekitar 250 kilometer dari Medan, ibukota Sumut.
Penjagaan ketat ini dilakukan untuk mencegah terjadinya bentrok susulan. Keterangan yang diperoleh detikcom menyebutkan, kasus pembakaran itu terjadi pada Senin (9/5/2011) malam, sekitar pukul 23.00 WIB. Ratusan warga tiba-tiba mendatangi komplek perumahan karyawan PT Balakka, dan kemudian menyulut api.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun sejumlah kendaraan dan peralatan ikut hangus terbakar. Antara lain satu unit truk, satu unit mobil, satu sepeda motor, satu unit genset dan peralatan. Kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Peristiwa penyerangan dipicu keberatan warga terhadap penganiayaan yang dialami Parluhutan Siregar (43). Siregar ditangkap pihak perkebunan dengan tuduhan melakukan pencurian buah sawit di areal Perkebunan Balaka pada Sabtu (7/5/2011) lalu.
Nah, saat penangkapan, Siregar mengalami bacok pada tangan kanan. Seterusnya dia dibawa ke Polsek Sei Kanan untuk menjalani pemeriksaan.
Pihak keluarga Parluhutan Siregar sempat mendatangi Polsek Sei Kanan dan mendesak agar pelaku dibebaskan. Namun permintaan tersebut tidak diluluskan. Hal inilah yang memicu kemarahan warga sehingga menyerang ke komplek perumahan PT Balakka.
Kepada wartawan, Kapolres Labuhan Batu AKBP Hirbak Wahyu Setiawan mengatakan, sejauh ini pihaknya belum menetapkan tersangka.
"Masih dilakukan penyelidikan," kata Hirbak kepada wartawan di Labusel.
http://www.detiknews.com/read/2011/05/11/012354/1636893/10/warga-bakar-14-rumah-karyawan-perkebunan-di-sumut?9911022
detik - ICW Temukan Enam Kejanggalan dalam Vonis Kasus Sisminbakum
Jakarta - Indonesia Corruption Watch (ICW) menemukan enam kejanggalan putusan hakim atas dua terdakwa kasus Sisminbakum. Kedua terdakwa itu adalah Romli Atmasasmita dan Syamsudin Manan Sinaga.
"Ditemukan kejanggalan bila dibandingkan putusan MA terhadap Romli dan Syamsudin. Ada yang aneh, keduanya divonis oleh majelis hakim yang sama, waktu permufakatan yang sama namun menghasilkan vonis yang jauh berbeda, malah berkebalikan," kata Koordinator Monitoring Peradilan ICW, Febri Diansyah, di Hotel Sultan, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (10/5/2011) malam.
Kejanggalan yang pertama adalah majelis hakim kedua terdakwa sama, yaitu M Taufik, Moh Zaharuddin Utama dan Suwardi. Kedua, majelis hakim melakukan permusyawaratan pada kedua terdakwa di hari yang sama, 21 Desember 2010.
Kejanggalan ketiga, lanjut Febri, pertimbangan hukum yang digunakan sama yaitu surat edaran Dirjen AHU yang memaksa untuk mengikuti Sisminbakum. Keempat, unsur melawan hukum pada Romli hapus sementara pada Syamsudin unsur melawan hukum tidak dihapus.
Kejanggalan kelima, pada Romli dinyatakan tidak merugikan keuangan negara sementara Syamsudin dikatakan merugikan keuangan negara. Terakhir, Romli akhirnya divonis lepas sementara Syamsudin bersalah.
"Oleh karenanya, Komisi Yudisial perlu melakukan pemeriksaan terhadap Hakim Agung yang menangani Romli Atmasasmita dan Syamsudin Manan Sinaga," tutup Febri.
http://www.detiknews.com/read/2011/05/11/020431/1636896/10/icw-temukan-enam-kejanggalan-dalam-vonis-kasus-sisminbakum?9911012
"Ditemukan kejanggalan bila dibandingkan putusan MA terhadap Romli dan Syamsudin. Ada yang aneh, keduanya divonis oleh majelis hakim yang sama, waktu permufakatan yang sama namun menghasilkan vonis yang jauh berbeda, malah berkebalikan," kata Koordinator Monitoring Peradilan ICW, Febri Diansyah, di Hotel Sultan, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (10/5/2011) malam.
Kejanggalan yang pertama adalah majelis hakim kedua terdakwa sama, yaitu M Taufik, Moh Zaharuddin Utama dan Suwardi. Kedua, majelis hakim melakukan permusyawaratan pada kedua terdakwa di hari yang sama, 21 Desember 2010.
Kejanggalan ketiga, lanjut Febri, pertimbangan hukum yang digunakan sama yaitu surat edaran Dirjen AHU yang memaksa untuk mengikuti Sisminbakum. Keempat, unsur melawan hukum pada Romli hapus sementara pada Syamsudin unsur melawan hukum tidak dihapus.
Kejanggalan kelima, pada Romli dinyatakan tidak merugikan keuangan negara sementara Syamsudin dikatakan merugikan keuangan negara. Terakhir, Romli akhirnya divonis lepas sementara Syamsudin bersalah.
"Oleh karenanya, Komisi Yudisial perlu melakukan pemeriksaan terhadap Hakim Agung yang menangani Romli Atmasasmita dan Syamsudin Manan Sinaga," tutup Febri.
http://www.detiknews.com/read/2011/05/11/020431/1636896/10/icw-temukan-enam-kejanggalan-dalam-vonis-kasus-sisminbakum?9911012
Sabtu, 07 Mei 2011
detik - Persiapan KTT ASEAN Dinilai Kurang Memuaskan, SBY Cemberut
Jakarta - Menjelang pembukaan KTT ASEAN ke-18, Presiden SBY meninjau kesiapan panitia serta Jakarta Convention Center (JCC) tempat acara berlangsung. Dari raut wajah yang ditunjukkan, terlihat ketidakpuasan SBY terhadap persiapan panitia KTT ASEAN.
Usai makan malam, SBY yang juga ditemani oleh Wapres Boediono dan beberapa Menteri Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II, berkeliling di JCC untuk mengecek berbagai persiapan. Di pintu masuk JCC, SBY mendengar pemaparan dari Mensesneg Sudi Silalahi mengenai aturan protokoler penyambutan Kepala Negara. SBY juga bahkan sempat menjajal foto session di hadapan poster jumbo berukuran 4x16 meter bergambar Logo ASEAN.
Lokasi selanjutnya yang ditinjau adalah Assembly Hall. Di ruangan ini, ada panggung besar serta lighting dan juga backdrop digital ASEAN. Yang menarik, di lokasi ini, SBY malah menjajal kursi peserta.
Saat duduk, dengan seksama, SBY memperhatikan betul jarak kiri-kanan antara satu kursi dengan yang lain. SBY pun merasa jarak antar kursi terlalu berdekatan.
"Ini coba kasih tahu, kiri kanan terlalu rapat," kata SBY, Jumat (6/5/2011).
Menko Kesra Agung Laskono dan Menko Polhukam Djoko Suyanto juga ikut-ikutan menjajal kursi peserta.
"Kita ini kan weight body semua," kelakar Agung.
"Ini masih sesak," timpal Djoko.
SBY yang memang terkenal perfeksionis melanjutkan tinjauannya ke bagian panggung. SBY kemudian memerintahkan juru foto presiden untuk memotret panggung, baik dari jarak dekat atau jauh.
Tempat selanjutnya adalah Cendrawasih room, ruangan ini nantinya sebagai tempat pertemuan pemimpin negara. Di ruangan ini, SBY menjajal soundsystem. Ia mencoba berbicara memakai mic.
"Tes-tes, satu dua, ini kurang keras ini," kata SBY.
SBY juga ikut memeriksa meja yang terbuat dari kayu dilapisi oleh kain lembut berwarna abu-abu. Raut wajah SBY pun langsung berubah saat memegang meja itu.
"Ini mejanya nggak ada yang bagus?" tanya SBY kepada Sudi
"Ini semua akan clear jam 2 malam Pak, masih ada pengaturan-pengaturan lagi," jawab Sudi.
Usai ke ruangan cendrawasih, SBY masuk ke sebuah ruangan. Namun karena ruangan ini tidak begitu luas, wartawan tidak bisa ikut melihat apa yang terjadi.
Hanya saja, terlihat jelas Sudi dengan raut wajah marah-marah tampak berteriak memanggil seseorang. "Mana kepala bagian logistik? mengapa nggak ikut?" pekik Sudi.
Tidak jelas siapa orang yang dimaksud, namun sejurus kemudian, seseorang tampak setengah berlari ke arah Sudi.
Rencana peninjauan SBY ke ruangan media center pun batal dilakukan. Padahal sesuai rencana, media center juga akan ikut ditinjau oleh SBY. Rombongan presiden pun meninggalkan lokasi sekitar pukul 19.45 WIB.
"Harusnya kalau sedang peninjauan, semuanya harus ikut. Memang tugasnya hanya menjelaskan, tapi harus ada di tempat, nggak boleh kemana-mana," ujar Sudi.
http://www.detiknews.com/read/2011/05/06/213927/1634361/10/persiapan-ktt-asean-dinilai-kurang-memuaskan-sby-cemberut?nd992203605
Usai makan malam, SBY yang juga ditemani oleh Wapres Boediono dan beberapa Menteri Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II, berkeliling di JCC untuk mengecek berbagai persiapan. Di pintu masuk JCC, SBY mendengar pemaparan dari Mensesneg Sudi Silalahi mengenai aturan protokoler penyambutan Kepala Negara. SBY juga bahkan sempat menjajal foto session di hadapan poster jumbo berukuran 4x16 meter bergambar Logo ASEAN.
Lokasi selanjutnya yang ditinjau adalah Assembly Hall. Di ruangan ini, ada panggung besar serta lighting dan juga backdrop digital ASEAN. Yang menarik, di lokasi ini, SBY malah menjajal kursi peserta.
Saat duduk, dengan seksama, SBY memperhatikan betul jarak kiri-kanan antara satu kursi dengan yang lain. SBY pun merasa jarak antar kursi terlalu berdekatan.
"Ini coba kasih tahu, kiri kanan terlalu rapat," kata SBY, Jumat (6/5/2011).
Menko Kesra Agung Laskono dan Menko Polhukam Djoko Suyanto juga ikut-ikutan menjajal kursi peserta.
"Kita ini kan weight body semua," kelakar Agung.
"Ini masih sesak," timpal Djoko.
SBY yang memang terkenal perfeksionis melanjutkan tinjauannya ke bagian panggung. SBY kemudian memerintahkan juru foto presiden untuk memotret panggung, baik dari jarak dekat atau jauh.
Tempat selanjutnya adalah Cendrawasih room, ruangan ini nantinya sebagai tempat pertemuan pemimpin negara. Di ruangan ini, SBY menjajal soundsystem. Ia mencoba berbicara memakai mic.
"Tes-tes, satu dua, ini kurang keras ini," kata SBY.
SBY juga ikut memeriksa meja yang terbuat dari kayu dilapisi oleh kain lembut berwarna abu-abu. Raut wajah SBY pun langsung berubah saat memegang meja itu.
"Ini mejanya nggak ada yang bagus?" tanya SBY kepada Sudi
"Ini semua akan clear jam 2 malam Pak, masih ada pengaturan-pengaturan lagi," jawab Sudi.
Usai ke ruangan cendrawasih, SBY masuk ke sebuah ruangan. Namun karena ruangan ini tidak begitu luas, wartawan tidak bisa ikut melihat apa yang terjadi.
Hanya saja, terlihat jelas Sudi dengan raut wajah marah-marah tampak berteriak memanggil seseorang. "Mana kepala bagian logistik? mengapa nggak ikut?" pekik Sudi.
Tidak jelas siapa orang yang dimaksud, namun sejurus kemudian, seseorang tampak setengah berlari ke arah Sudi.
Rencana peninjauan SBY ke ruangan media center pun batal dilakukan. Padahal sesuai rencana, media center juga akan ikut ditinjau oleh SBY. Rombongan presiden pun meninggalkan lokasi sekitar pukul 19.45 WIB.
"Harusnya kalau sedang peninjauan, semuanya harus ikut. Memang tugasnya hanya menjelaskan, tapi harus ada di tempat, nggak boleh kemana-mana," ujar Sudi.
http://www.detiknews.com/read/2011/05/06/213927/1634361/10/persiapan-ktt-asean-dinilai-kurang-memuaskan-sby-cemberut?nd992203605
detik - Bandara Soekarno-Hatta Siap Sambut Delegasi KTT ASEAN
Jakarta - Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng sudah siap menyambut kedatangan para delegasi Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-18 ASEAN. Seluruh infrastruktur hingga sistem keamanan bandara sudah terkoordinasi dengan baik.
"Untuk sistem pengamanan selama pelaksanaan KTT dilakukan penambahan kekuatan personel pengamanan gabungan yang terdiri dari petugas internal bandara, kepolisian, hingga TNI," kata Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) Tri S Sunoko dalam rilis yang diterima detikcom, Jumat (6/5/2011).
Di Bandara, ada 561 orang yang akan mengamankan kedatangan para delegasi negara sahabat. Sebanyak 147 personel TNI Angkatan Darat, 55 personel Pasukan Khas (Paskhas) TNI Angkatan Udara, 206 personel Kepolisian RI, serta sebanyak 153 personel DENPOM dan Kavaleri.
"Sedangkan personel pengamanan dari internal AP II sebanyak 1.324 personel. Sistem penanganan arus memperlancar perjalanan para delegasi di dalam bandara juga kami siapkan. Ada jalur khusus yang kami buat, di luar jalur penumpang umum," lanjut Tri Sunoko.
Sebagai penunjang, lanjut dia, manajemen juga telah melakukan penambahan kamera pengawas CCTV, dari sebelumnya 536 menjadi 779 buah termasuk di area ground handling (air side) tempat penanganan penumpang maupun barang saat datang. Kemudian untuk fasilitas dan utilitas di terminal penumpang, Tri Sunoko memaparkan, persiapan-persiapan yang telah dilakukan untuk memaksimalisasi pelayanan terhadap para delegasi.
Persiapan tersebut meliputi pemasangan Pintu Gerbang di VIP Room, penyediaan area parkir khusus delegasi ASEAN, penataan ornamen dan hiasan serta papan-papan petunjuk di bagian dalam terminal, pemasangan bendera, spanduk, baliho dan umbul-umbul maupun poster penyambutan di dalam dan luar terminal.
"Untuk mempermudah dan mempercepat proses penanganan dokumen keimigrasian para delegasi, telah dibuat konter-konter khusus imigrasi. Konter-konter maupun informasi juga kami siapkan, termasuk jalur khusus CIQ untuk penanganan bagasi dan lain-lain," katanya.
Manajemen AP II juga akan menggelar even pentas seni yang menyajikan beragam kesenian dan seni budaya seperti gamelan maupun atraksi seni lainnya. Kegiatan pentas seni ini diselenggarakan di dalam area terminal kedatangan.
http://www.detiknews.com/read/2011/05/07/035106/1634408/10/bandara-soekarno-hatta-siap-sambut-delegasi-ktt-asean?nd992203605
"Untuk sistem pengamanan selama pelaksanaan KTT dilakukan penambahan kekuatan personel pengamanan gabungan yang terdiri dari petugas internal bandara, kepolisian, hingga TNI," kata Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) Tri S Sunoko dalam rilis yang diterima detikcom, Jumat (6/5/2011).
Di Bandara, ada 561 orang yang akan mengamankan kedatangan para delegasi negara sahabat. Sebanyak 147 personel TNI Angkatan Darat, 55 personel Pasukan Khas (Paskhas) TNI Angkatan Udara, 206 personel Kepolisian RI, serta sebanyak 153 personel DENPOM dan Kavaleri.
"Sedangkan personel pengamanan dari internal AP II sebanyak 1.324 personel. Sistem penanganan arus memperlancar perjalanan para delegasi di dalam bandara juga kami siapkan. Ada jalur khusus yang kami buat, di luar jalur penumpang umum," lanjut Tri Sunoko.
Sebagai penunjang, lanjut dia, manajemen juga telah melakukan penambahan kamera pengawas CCTV, dari sebelumnya 536 menjadi 779 buah termasuk di area ground handling (air side) tempat penanganan penumpang maupun barang saat datang. Kemudian untuk fasilitas dan utilitas di terminal penumpang, Tri Sunoko memaparkan, persiapan-persiapan yang telah dilakukan untuk memaksimalisasi pelayanan terhadap para delegasi.
Persiapan tersebut meliputi pemasangan Pintu Gerbang di VIP Room, penyediaan area parkir khusus delegasi ASEAN, penataan ornamen dan hiasan serta papan-papan petunjuk di bagian dalam terminal, pemasangan bendera, spanduk, baliho dan umbul-umbul maupun poster penyambutan di dalam dan luar terminal.
"Untuk mempermudah dan mempercepat proses penanganan dokumen keimigrasian para delegasi, telah dibuat konter-konter khusus imigrasi. Konter-konter maupun informasi juga kami siapkan, termasuk jalur khusus CIQ untuk penanganan bagasi dan lain-lain," katanya.
Manajemen AP II juga akan menggelar even pentas seni yang menyajikan beragam kesenian dan seni budaya seperti gamelan maupun atraksi seni lainnya. Kegiatan pentas seni ini diselenggarakan di dalam area terminal kedatangan.
http://www.detiknews.com/read/2011/05/07/035106/1634408/10/bandara-soekarno-hatta-siap-sambut-delegasi-ktt-asean?nd992203605
detik - KTT ke-18 ASEAN di Jakarta Dibuka Presiden SBY
Jakarta - Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-18 Association of South East Asia Nation (ASEAN) atau perhimpunan negara-negara di Asia tenggara hari ini resmi dibuka. Sepuluh pemimpin negara ASEAN (leader) dipastikan hadir dalam konferensi ini.
Indonesia selaku Ketua ASEAN menjadi tuan rumah bagi penyelenggaraan KTT ASEAN kali ini. KTT tersebut digelar di Gedung Jakarta Convention Center (JCC), Jl Gatot Subroto, Jakarta Barat, dari tanggal 7-8 Mei 2010.
KTT ASEAN, yang akan membahas beberapa isu penting di kawasan ini, akan dibuka oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sekitar pukul 09.00 WIB, Sabtu (7/5/2011).
Opening ceremony akan dilakukan di Assembly Hall I-II Gedung JCC. Selain para pemimpin ASEAN, pembukaan KTT tersebut akan dihadiri oleh sejumlah menteri ASEAN, para delegasi, dan undangan.
Sejumlah pemimpin ASEAN telah tiba kemarin malam, antara lain PM Malaysia Tun Abdul Razak dan Sultan Brunei Darussalam Haji Hassanal Bolkiah Mu'izzaddin Waddaulah. Perdana Menteri Vietnam Nguyen Tan Dung bahkan dikabarkan telah tiba lebih dulu di Jakarta.
Kesembilan pemimpin negara ASEAN dijadwalkan tiba di JCC secara beriringan tiap satu menit. Begitu masuk ke JCC, mereka akan berjalan menyusuri karpet merah dan lalu disambut Presiden SBY. Sebelum pembukaan berlangsung, seluruh leader itu terlebih dahulu diarahkan menuju holding room.
Sejauh ini sejumlah penyempurnaan terus dilakukan oleh panitia di area KTT. Hingga kemarin malam, berbagai pengaturan seperti panggung, fasilitas konferensi, dan dekorasi terus masih berjalan. Pengamana di lokasi pun makin ketat. Saat ini, kendali pengamanan KTT sudah berada di tangah TNI.
Ada tiga prioritas Indonesia sebagai ketua ASEAN yang ditargetkan tercapai dalam forum ini. Yaitu, pertama, memastikan adanya kemajuan yang signifikan dalam usaha pembentukan komunitas ASEAN tahun 2015. Kedua, memastikan kawasan Asia Tenggara tetap merupakan kawasan yang damai, tenteram, sehingga kondusif untuk pembangunan. Ketika, menggulirkan inisiatif ASEAN untuk lebih meningkatkan perannya terhadap penanganan isu-isu global.
http://www.detiknews.com/read/2011/05/07/071855/1634418/10/ktt-ke-18-asean-di-jakarta-dibuka-presiden-sby?9911012
Indonesia selaku Ketua ASEAN menjadi tuan rumah bagi penyelenggaraan KTT ASEAN kali ini. KTT tersebut digelar di Gedung Jakarta Convention Center (JCC), Jl Gatot Subroto, Jakarta Barat, dari tanggal 7-8 Mei 2010.
KTT ASEAN, yang akan membahas beberapa isu penting di kawasan ini, akan dibuka oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sekitar pukul 09.00 WIB, Sabtu (7/5/2011).
Opening ceremony akan dilakukan di Assembly Hall I-II Gedung JCC. Selain para pemimpin ASEAN, pembukaan KTT tersebut akan dihadiri oleh sejumlah menteri ASEAN, para delegasi, dan undangan.
Sejumlah pemimpin ASEAN telah tiba kemarin malam, antara lain PM Malaysia Tun Abdul Razak dan Sultan Brunei Darussalam Haji Hassanal Bolkiah Mu'izzaddin Waddaulah. Perdana Menteri Vietnam Nguyen Tan Dung bahkan dikabarkan telah tiba lebih dulu di Jakarta.
Kesembilan pemimpin negara ASEAN dijadwalkan tiba di JCC secara beriringan tiap satu menit. Begitu masuk ke JCC, mereka akan berjalan menyusuri karpet merah dan lalu disambut Presiden SBY. Sebelum pembukaan berlangsung, seluruh leader itu terlebih dahulu diarahkan menuju holding room.
Sejauh ini sejumlah penyempurnaan terus dilakukan oleh panitia di area KTT. Hingga kemarin malam, berbagai pengaturan seperti panggung, fasilitas konferensi, dan dekorasi terus masih berjalan. Pengamana di lokasi pun makin ketat. Saat ini, kendali pengamanan KTT sudah berada di tangah TNI.
Ada tiga prioritas Indonesia sebagai ketua ASEAN yang ditargetkan tercapai dalam forum ini. Yaitu, pertama, memastikan adanya kemajuan yang signifikan dalam usaha pembentukan komunitas ASEAN tahun 2015. Kedua, memastikan kawasan Asia Tenggara tetap merupakan kawasan yang damai, tenteram, sehingga kondusif untuk pembangunan. Ketika, menggulirkan inisiatif ASEAN untuk lebih meningkatkan perannya terhadap penanganan isu-isu global.
http://www.detiknews.com/read/2011/05/07/071855/1634418/10/ktt-ke-18-asean-di-jakarta-dibuka-presiden-sby?9911012
Jumat, 06 Mei 2011
detik - Terlilit Utang US$ 7,6 juta, Istaka Karya Pailit
Jakarta - BUMN bidang konstruksi Istaka PT Istaka Karya (Persero) atau Istaka dinyatakan pailit oleh Mahkamah Agung (MA) karena tidak bisa membayar utang dari PT Japan Asia Investment Company (JAIC).
Dikabulkannya permohonan kasasi yang diajukan oleh JAIC oleh MA, maka PT Istaka Karya (Persero) dinyatakan pailit. Sehingga secara hukum, pihak Istaka kehilangan haknya untuk mengurus harta kekayaannya.
"Kabul," kata putusan kasasi yang diputus 22 Maret 200 seperti dikutip detikFinance dari situs resmi MA, Jumat, (6/5/2011).
Permohonan pailit ini diajukan JAIC karena Istaka tidak kunjung melaksanakan Putusan MA yang menghukum Istaka melunasi total utang tertunggak sebesar US$ 7,645 juta kepada JAIC. JIAC mengajukan pengajuan pailit yang kemudian dikabulkan MA.
"Karena ada fakta yang sangat jelas bahwa Istaka telah tidak membayar utangnya yang telah jatuh tempo dan dapat ditagih kepada sejumlah krediturnya, termasuk JAIC," kata Tommy Budidjaja kuasa hukum JIAC.
Menjadi masalah adalah saat ini Istaka merupakan BUMN, yaitu apakah asetnya bisa disita atau tidak. Namun menurut Tony kekayaan atau aset Istaka bukan merupakan aset negara, melainkan aset Istaka sendiri.
Berdasarkan hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas) MA 2010 disimpulkan bahwa kekayaan negara yang telah disertakan sebagai modal ke BUMN bisa disita oleh pengadilan karena kekayaan itu bukan lagi milik negara melainkan sudah menjadi harta milik BUMN.
"Sebagai BUMN Persero yang modalnya terbagi atas saham-saham dan melakukan kegiatan usaha sebagaimana normalnya perusahaan-perusahaan swasta yang tujuan utamanya adalah untuk mengejar keuntungan, Istaka jelas dapat dimohonkan pailit," terang Tommy.
http://www.detikfinance.com/read/2011/05/06/113656/1633873/4/terlilit-utang-us--76-juta-istaka-karya-pailit?f9911013
Dikabulkannya permohonan kasasi yang diajukan oleh JAIC oleh MA, maka PT Istaka Karya (Persero) dinyatakan pailit. Sehingga secara hukum, pihak Istaka kehilangan haknya untuk mengurus harta kekayaannya.
"Kabul," kata putusan kasasi yang diputus 22 Maret 200 seperti dikutip detikFinance dari situs resmi MA, Jumat, (6/5/2011).
Permohonan pailit ini diajukan JAIC karena Istaka tidak kunjung melaksanakan Putusan MA yang menghukum Istaka melunasi total utang tertunggak sebesar US$ 7,645 juta kepada JAIC. JIAC mengajukan pengajuan pailit yang kemudian dikabulkan MA.
"Karena ada fakta yang sangat jelas bahwa Istaka telah tidak membayar utangnya yang telah jatuh tempo dan dapat ditagih kepada sejumlah krediturnya, termasuk JAIC," kata Tommy Budidjaja kuasa hukum JIAC.
Menjadi masalah adalah saat ini Istaka merupakan BUMN, yaitu apakah asetnya bisa disita atau tidak. Namun menurut Tony kekayaan atau aset Istaka bukan merupakan aset negara, melainkan aset Istaka sendiri.
Berdasarkan hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas) MA 2010 disimpulkan bahwa kekayaan negara yang telah disertakan sebagai modal ke BUMN bisa disita oleh pengadilan karena kekayaan itu bukan lagi milik negara melainkan sudah menjadi harta milik BUMN.
"Sebagai BUMN Persero yang modalnya terbagi atas saham-saham dan melakukan kegiatan usaha sebagaimana normalnya perusahaan-perusahaan swasta yang tujuan utamanya adalah untuk mengejar keuntungan, Istaka jelas dapat dimohonkan pailit," terang Tommy.
http://www.detikfinance.com/read/2011/05/06/113656/1633873/4/terlilit-utang-us--76-juta-istaka-karya-pailit?f9911013
detik - Bos Facebook Beli Rumah Senilai Rp 59 Miliar
Jakarta - Pendiri Facebook Mark Zuckerberg dikabarkan membeli rumah baru yang harganya senilai USD 7 juta atau setara dengan Rp 59,5 miliar. Ini mungkin menjadi salah satu pembelian termahal Zuckerberg yang dikenal sederhana.
Ya, meski julukan miliarder melekat pada dirinya, Zuckerberg memang dikenal low profile dalam kesehariannya. Penampilannya tak jauh dari kaus oblong, celana jeans dan sepatu kets. Sebelumnya, dia pun merasa cukup tinggal di sebuah apartemen kecil dengan kasur di lantai dan akses internet dial up.
Dilansir Los Angeles Times dan dikutip detikINET, Jumat (6/5/2011), pria berusia 26 tahun itu kini membeli rumah yang berlokasi di Palo Alto, California, Amerika Serikat (AS).
Terdapat lima kamar tidur, sebuah ruang makan dan ruangan kecil untuk bermusik. Rumah ini pun memiliki kolam renang dan paviliun luar yang dilengkapi perapian.
Berdiri di atas lahan seluas 17.000 square foot ini dikelilingi pohon citrus yang menaunginya. Rumah ini kabarnya juga hanya perlu waktu tempuh 10 menit dari calon kantor pusat Facebook yang baru di Menlo Park.
http://www.detikinet.com/read/2011/05/06/103011/1633796/398/bos-facebook-beli-rumah-senilai-rp-59-miliar?991101mainnews
Ya, meski julukan miliarder melekat pada dirinya, Zuckerberg memang dikenal low profile dalam kesehariannya. Penampilannya tak jauh dari kaus oblong, celana jeans dan sepatu kets. Sebelumnya, dia pun merasa cukup tinggal di sebuah apartemen kecil dengan kasur di lantai dan akses internet dial up.
Dilansir Los Angeles Times dan dikutip detikINET, Jumat (6/5/2011), pria berusia 26 tahun itu kini membeli rumah yang berlokasi di Palo Alto, California, Amerika Serikat (AS).
Terdapat lima kamar tidur, sebuah ruang makan dan ruangan kecil untuk bermusik. Rumah ini pun memiliki kolam renang dan paviliun luar yang dilengkapi perapian.
Berdiri di atas lahan seluas 17.000 square foot ini dikelilingi pohon citrus yang menaunginya. Rumah ini kabarnya juga hanya perlu waktu tempuh 10 menit dari calon kantor pusat Facebook yang baru di Menlo Park.
http://www.detikinet.com/read/2011/05/06/103011/1633796/398/bos-facebook-beli-rumah-senilai-rp-59-miliar?991101mainnews
detik - Al Qaeda akan Serang Jalur Kereta AS pada 10 Tahun Peringatan 9/11
Washington DC - Intelijen Amerika Serikat (AS) menemukan dokumen plot rencana serangan Al Qaeda di mansion tempat Osama bin Laden ditembak. Dalam dokumen itu, Al Qaeda akan menyerang jalur kereta di AS tepat pada peringatan 10 tahun peristiwa 9/11 pada 11 September 2011.
Dalam dokumen yang diperoleh AFP, Departemen Keamanan Dalam Negeri AS memberikan saran pada para lembaga penegak hukum, bahwa pada Februari 2010 Al Qaeda diduga 'merenungkan untuk melakukan operasi pada jalur kereta api di lokasi yang tidak ditentukan di AS pada peringatan 10 tahun 11 September 2001', demikian dilansir AFP, Jumat (6/5/2011).
Seorang sumber yang enggan disebutkan namanya mengatakan, peringatan yang dikeluarkan Departemen Keamanan Dalam Negeri itu dari intelijen AS yang menggeledah dan menyita dokumen serta komputer dan perangkat keras lainnya di rumah Osama di Abottabad, Pakistan.
Namun dalam dokumen itu, ditekankan bahwa informasi tersebut didasarkan 'laporan awal' yang 'seringkali menyesatkan dan tidak akurat mengacu pada situasi yang cepat berkembang dan berubah'.
"Meskipun jelas ada beberapa tingkatan perencanaan, kami tidak memiliki informasi terkini yang menunjukkan plot sedang berlangsung aktif menyasar pada (jaringan) transportasi dan tidak ada informasi tentang kemungkinan lokasi atau target spesifik,0" jelas dokumen itu.
Jaringan teror itu, imbuh dokumen itu, menekankan bahwa suatu serangan untuk menggulingkan kereta hanya akan berhasil satu kali dan akan segera menarik perhatian. "Al Qaeda juga menekankan bahwa gerbong kereta yang baru memiliki sistem pengereman sendiri, dan bahwa pergerakan dalam arah yang spesifik bisa menggelincirkan (kereta) namun tidak sampai jatuh ke luar jalur," imbuh dokumen itu.
"Maka US Transportation Security Administration (TSA) harus segera memperingatkan para pemangku kepentingan kereta," tegas dokumen itu.
Sementara juru bicara Departemen Keamanan Dalam Negeri Matthew Chandler mengatakan bahwa pihaknya belum menerima informasi terkait ancaman serangan teroris pada jalur kereta di AS.
"Kami tidak memiliki informasi bahwa ada ancaman teroris di jaringan kereta AS, tetapi ingin membuat mitra kami waspada terhadap dugaan perencanaan (teroris)," ujar Chandler seperti dilansir Reuters hari ini.
Dia menambahkan, pihaknya, mitranya beserta para lembaga penegak hukum AS, mengambil langkah-langkah protektif sejak Osama ditembak pada Minggu (1/5/2011) lalu waktu AS.
Sementara Kepala TSA John Pistole ketika dikonfirmasi mengenai dokumen itu mengatakan, "Tidak ada ancaman spesifik pada jaringan transportasi massal sekarang. Intinya adalah kita waspada hari ini, kemarin dan besok."
http://www.detiknews.com/read/2011/05/06/112055/1633857/1148/al-qaeda-akan-serang-jalur-kereta-as-pada-10-tahun-peringatan-9-11?9911012
Dalam dokumen yang diperoleh AFP, Departemen Keamanan Dalam Negeri AS memberikan saran pada para lembaga penegak hukum, bahwa pada Februari 2010 Al Qaeda diduga 'merenungkan untuk melakukan operasi pada jalur kereta api di lokasi yang tidak ditentukan di AS pada peringatan 10 tahun 11 September 2001', demikian dilansir AFP, Jumat (6/5/2011).
Seorang sumber yang enggan disebutkan namanya mengatakan, peringatan yang dikeluarkan Departemen Keamanan Dalam Negeri itu dari intelijen AS yang menggeledah dan menyita dokumen serta komputer dan perangkat keras lainnya di rumah Osama di Abottabad, Pakistan.
Namun dalam dokumen itu, ditekankan bahwa informasi tersebut didasarkan 'laporan awal' yang 'seringkali menyesatkan dan tidak akurat mengacu pada situasi yang cepat berkembang dan berubah'.
"Meskipun jelas ada beberapa tingkatan perencanaan, kami tidak memiliki informasi terkini yang menunjukkan plot sedang berlangsung aktif menyasar pada (jaringan) transportasi dan tidak ada informasi tentang kemungkinan lokasi atau target spesifik,0" jelas dokumen itu.
Jaringan teror itu, imbuh dokumen itu, menekankan bahwa suatu serangan untuk menggulingkan kereta hanya akan berhasil satu kali dan akan segera menarik perhatian. "Al Qaeda juga menekankan bahwa gerbong kereta yang baru memiliki sistem pengereman sendiri, dan bahwa pergerakan dalam arah yang spesifik bisa menggelincirkan (kereta) namun tidak sampai jatuh ke luar jalur," imbuh dokumen itu.
"Maka US Transportation Security Administration (TSA) harus segera memperingatkan para pemangku kepentingan kereta," tegas dokumen itu.
Sementara juru bicara Departemen Keamanan Dalam Negeri Matthew Chandler mengatakan bahwa pihaknya belum menerima informasi terkait ancaman serangan teroris pada jalur kereta di AS.
"Kami tidak memiliki informasi bahwa ada ancaman teroris di jaringan kereta AS, tetapi ingin membuat mitra kami waspada terhadap dugaan perencanaan (teroris)," ujar Chandler seperti dilansir Reuters hari ini.
Dia menambahkan, pihaknya, mitranya beserta para lembaga penegak hukum AS, mengambil langkah-langkah protektif sejak Osama ditembak pada Minggu (1/5/2011) lalu waktu AS.
Sementara Kepala TSA John Pistole ketika dikonfirmasi mengenai dokumen itu mengatakan, "Tidak ada ancaman spesifik pada jaringan transportasi massal sekarang. Intinya adalah kita waspada hari ini, kemarin dan besok."
http://www.detiknews.com/read/2011/05/06/112055/1633857/1148/al-qaeda-akan-serang-jalur-kereta-as-pada-10-tahun-peringatan-9-11?9911012
Langganan:
Postingan (Atom)